| Share | Tweet |
|
Unikaja.com - Sekilas tidak ada keanehan dari bayi laki-laki bernama Rado Suci Ramadhan yang baru berumur tiga hari. Namun setelah dilihat lebih dekat, ternyata anak pertama dari pasangan Fitri (30) dan Mirwansyah (34) tersebut memiliki perbedaan dengan bayi pada umumnya. Rado memiliki 12 jari pada kaki dan 12 jari pada tangan. Sehingga total jari di tubuhnya berjumlah 24.

Menurut Mirwansyah, anaknya lahir normal dengan dibantu seorang dukun kampung Pada Minggu (14/8/2011) malam. Sang istri pun tidak menemui hambatan, hingga bisa melahirkan secara normal. Kondisi anaknya pun tampak sehat, dengan berat badan 2,5 Kg dan panjangnya 35 Cm.
Awalnya warga Desa Guru Agung Kecamatan Pajarbulan Kabupaten Lahat ini tidak terlalu memperhatikan kondisi tubuh anaknya, yang memiliki perbedaan pada jari kaki dan tangan. Namun beberapa menit setelah istrinya melahirkan, ia membantu sang dukun untuk memandikannya. Namun saat akan diberi selimuti, anaknya tersebut menangis kencang sambil menangkan ketua tangannya.
Tanpa sengaja ia pun melihat keanehan pada jari pada kedua tangannya. Ternyata setelah dilihat lebih teliti, ternyata jumlahnya ada 12 jari. Yakni enam jari pada tangan kiri, dan enam jari lainnya pada tangan kanan. Begitu pun saat diperiksa jari pada kedua kakinya, ternyata juga terdapat 6 jari pada kaki kanan dan 6 jari pada kaki kiri. Sehingga total jari di tubuh anaknya berjumlah 24.
"Saya terkejut melihat jumlah jarinya terlihat banyak sekali. Setelah dihitung ternyata total ada 24," kenang Mirwansyah.
Seingatnya, saat hamil sang istri tidak menunjukan tanda-tanda keanehan. Sehingga ia cukup terkejut, dengan kondisi anaknya yang memiliki 12 jari. Namun pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ini, mengaku senang atas karunia yang diberikan tahun kepadanya.
"Jari itu merupakan kelebihan yang diberikan Allah pada anak saya. Semoga kelak ia menjadi anak yang saleh," imbuh Mirwansyah.
Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat Dr Muzakir, istilah dalam kedokter untuk kasus tersebut yakni Polydactyly. Kelebihan jadi tidak akan menimbulkan dampak atau gangguan apapun, bagi sang anak. Apalagi bayi tersebut lahir dalan kondisi sehat, dengan berat badan normal.(SP)
Menurut Mirwansyah, anaknya lahir normal dengan dibantu seorang dukun kampung Pada Minggu (14/8/2011) malam. Sang istri pun tidak menemui hambatan, hingga bisa melahirkan secara normal. Kondisi anaknya pun tampak sehat, dengan berat badan 2,5 Kg dan panjangnya 35 Cm.
Awalnya warga Desa Guru Agung Kecamatan Pajarbulan Kabupaten Lahat ini tidak terlalu memperhatikan kondisi tubuh anaknya, yang memiliki perbedaan pada jari kaki dan tangan. Namun beberapa menit setelah istrinya melahirkan, ia membantu sang dukun untuk memandikannya. Namun saat akan diberi selimuti, anaknya tersebut menangis kencang sambil menangkan ketua tangannya.
Tanpa sengaja ia pun melihat keanehan pada jari pada kedua tangannya. Ternyata setelah dilihat lebih teliti, ternyata jumlahnya ada 12 jari. Yakni enam jari pada tangan kiri, dan enam jari lainnya pada tangan kanan. Begitu pun saat diperiksa jari pada kedua kakinya, ternyata juga terdapat 6 jari pada kaki kanan dan 6 jari pada kaki kiri. Sehingga total jari di tubuh anaknya berjumlah 24.
"Saya terkejut melihat jumlah jarinya terlihat banyak sekali. Setelah dihitung ternyata total ada 24," kenang Mirwansyah.
Seingatnya, saat hamil sang istri tidak menunjukan tanda-tanda keanehan. Sehingga ia cukup terkejut, dengan kondisi anaknya yang memiliki 12 jari. Namun pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ini, mengaku senang atas karunia yang diberikan tahun kepadanya.
"Jari itu merupakan kelebihan yang diberikan Allah pada anak saya. Semoga kelak ia menjadi anak yang saleh," imbuh Mirwansyah.
Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat Dr Muzakir, istilah dalam kedokter untuk kasus tersebut yakni Polydactyly. Kelebihan jadi tidak akan menimbulkan dampak atau gangguan apapun, bagi sang anak. Apalagi bayi tersebut lahir dalan kondisi sehat, dengan berat badan normal.(SP)
0 comments:
Posting Komentar