Kamu Memang Cantik Tapi Kau Iblis

Share
Info Lowongan Kerja Bank BUMN CPNS Pertamina


JAKARTA - Berharap mendapatkan penghasilan lebih dari sebuah perusahaan untuk melakukan riset mengenai sambungan telepon, Yatini (42) beserta empat orang rekan-rekannya justru kehilangan perhiasan yang melekat pada tubuhnya, serta telepon genggam yang mereka miliki.

Saat ditemui wartawan di Pos Polisi Kebon Sereh, Jl Ahmad Yani (By Pass), Jakarta Timur, Rabu malam usai melaporkan kasusnya, perempuan itu mengaku masih belum dapat menerima musibah yang menimpanya itu.

Nasib naHas Yatini berawal siang kemarin sekira pukul 11.00 WIB, ketika ia tengah bersantai di sebuah Salon yang beralamat di Jl Kramat Asem RT 1 RW 6, Kelurahan Utan Kayu, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, dan berkenalan dengan seorang perempuan yang menurutnya berparas cantik bernama Fitriana.

Kepada Yatni pelaku menawarkan pekerjaan melakukan sebuah riset mengenai sambungan telepon, dengan upah Rp 450 ribu sekali bekerja. Merasa sanggup mengerjakan, Yatnipun mengiayakan tawaran Fitriana.

"Saya terima saja (tawaran pelaku), soalnya kayaknya gampang, uangnya juga lumayan, lagian dia (pelaku) mukanya juga cantik, enggak ada tampang penjahat," tuturnya bermimik kecewa.

Belakangan penilaian Yatni soal cantiknya paras pelaku membuatnya jatuh ke lubang duka. Meski berparas cantik, pelaku rupanya berhati iblis yang menipu.

Usai menerima tawaran tersebut, Yatini lantas mengajak 4 orang rekannya Dewi Saraswati (42), Vivi (29), Sri Nurlita (41), Suresmi (44). Kelima ibu rumah tangga itu kemudian diajak Fitriani ke Mal ITC di Cempaka Mas, sekitar pukul 12.00 WIB.

"Kami terus dikasih makan roti, ya kita sih ikut aja" jelas Yatini.

Usai menelan roti tersebut, kelima ibu-ibu tersebut kemudian diminta untuk melepaskan perhiasannya, dengan alasan untuk menghindarkan gangguan pada alat metal detector di pintu masuk gedung. Tak hanya itu, kemudian pelaku meminta kepada para korbannya untuk menyerahkan seluruh alat komunikasi. Alhasil, lima buah telepon selularpun berpindah tangan.

"Waktu udah sampai dalem, dia (pelaku) lalu minta kita menyiapkan buku sama pulpen" kata Yatini.

Karena di dalam mall tersebut dua benda itu tidak dijual, maka kelima ibu-ibu tersebut kembali keluar mall untuk mencari buku dan pulpen di toko terdekat. Menurut pengakuan Yatini, waktu yang mereka habiskan untuk mencari dua benda tersebut adalah sekitar 30 menit, hingga mereka kembali ke tempat Fitriana menunggu.

"Nggak taunya dia (Fitriana) sudah kabur, barang-barang kami juga dibawa" lanjutnya.

Yatini mengaku memberikan 2 gram cincin emas dan HP, Vivi mengaku kehilangan 4 gram cincin dan 3 gram kalung emas, Suresmi mengaku kehilangan 12 gram kalung emasnya, sementara Sri Nurlita hanya kehilangan satu unit ponsel sedangkan yang paling naas adalah Dewi Saraswati, yang mengaku kehilangan 19 gram emas gelang dan cincin, satu unit HP Nokia 7300, dan jam tangan stainlesteel melayang.


Lowongan Kerja SMA SMK