| Share | Tweet |
|
JAKARTA - Bagai mendapatkan durian runtuh, tiba-tiba bunga Bangkai atau Raflesia Arnoldi tumbuh di pekarangan rumah seorang kolektor tanaman langka, Abeh Sa'ari, di Jl Pembina RT 013/02 No 5, Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur. Bunga langka itu mulai tumbuh sejak bulan lalu.
Saat ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (14/12/10), pria asli Betawi itu mengaku kaget karena pekarangan rumahnya yang telah ditutupi conblock tiba-tiba saja terangkat, karena ada sesuatu yang menyeruak dari dalam tanah.
"Saya lihat seperti tumbuhan, terus saya bersihin conblocknya, biar tumbuhan itu bisa tumbuh," ujarnya.
Kian hari tumbuhan itu berkembang. Lama-kelamaan Abeh pun mulai curiga dengan keanehan bentuk dari bunga yang tumbuh di pekarangan rumahnya itu. Akhirnya minggu lalu, bunga tersebut mekar, dan menunjukan wujud aslinya.
Bunga tersebut ditopang oleh sebuah batang hijau tua berdiameter sekitar 6 cm dari tanah. Kelopaknya berwarna hijau muda yang warnanya berubah menjadi merah tua di ujungnya. Di tengah kelopak terdapat sebuah mahkota dengan serbuk berwarna kuning yang menghiasi di pangkalnya, sedangkan pada bagian atasnya bentuknya menyerupai jamur kuping berwarna merah marun.
Kemarin sore, sekira pukul 16.00 WIB, usai kembali dari mushola, tiba-tiba Abeh mencium bau seperti bangkai tikus yang sangat menyengat di pekarangan rumahnya. Merasa terganggu, iapun memutuskan untuk mencari sumber bau busuk tersebut.
"Saya lihat bunga itu banyak dikerubungilaler. Akhirnya saya tahu bau busuk ternyata dari bunga itu," katanya dengan bangga.
Sejak saat itu, iapun teringat dengan cerita bunga raksasa yang juga mengeluarkan bau busuk, yang terdapat di pedalaman hutan Sumatera, bunga Raflesia Arnoldi atau sering disebut bunga Bangkai.
Salah seorang anak Abeh yang bernama Chaerudin (29) akhirnya memberitakan kejadian tersebut di jejaring sosial sejak malam tadi. Ternyata banyak orang yang menganggap bunga tersebut adalah bunga Bangkai.
Pada saat bersamaan, Abeh memberitahukan hal tersebut kepada Lurah Cipinang Muara dan Camat Jatinegara. Camat Jatinegara Andri Ansyah yang melihat bunga itu pagi tadi, berpesan kepada Abeh untuk menjaga kelestarian bunga tersebut.
"Ini adalah fenomena pertama di Jakarta," tutur Andri dengan penuh kebanggaan.(*)
Saat ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (14/12/10), pria asli Betawi itu mengaku kaget karena pekarangan rumahnya yang telah ditutupi conblock tiba-tiba saja terangkat, karena ada sesuatu yang menyeruak dari dalam tanah.
"Saya lihat seperti tumbuhan, terus saya bersihin conblocknya, biar tumbuhan itu bisa tumbuh," ujarnya.
Kian hari tumbuhan itu berkembang. Lama-kelamaan Abeh pun mulai curiga dengan keanehan bentuk dari bunga yang tumbuh di pekarangan rumahnya itu. Akhirnya minggu lalu, bunga tersebut mekar, dan menunjukan wujud aslinya.
Bunga tersebut ditopang oleh sebuah batang hijau tua berdiameter sekitar 6 cm dari tanah. Kelopaknya berwarna hijau muda yang warnanya berubah menjadi merah tua di ujungnya. Di tengah kelopak terdapat sebuah mahkota dengan serbuk berwarna kuning yang menghiasi di pangkalnya, sedangkan pada bagian atasnya bentuknya menyerupai jamur kuping berwarna merah marun.
Kemarin sore, sekira pukul 16.00 WIB, usai kembali dari mushola, tiba-tiba Abeh mencium bau seperti bangkai tikus yang sangat menyengat di pekarangan rumahnya. Merasa terganggu, iapun memutuskan untuk mencari sumber bau busuk tersebut.
"Saya lihat bunga itu banyak dikerubungilaler. Akhirnya saya tahu bau busuk ternyata dari bunga itu," katanya dengan bangga.
Sejak saat itu, iapun teringat dengan cerita bunga raksasa yang juga mengeluarkan bau busuk, yang terdapat di pedalaman hutan Sumatera, bunga Raflesia Arnoldi atau sering disebut bunga Bangkai.
Salah seorang anak Abeh yang bernama Chaerudin (29) akhirnya memberitakan kejadian tersebut di jejaring sosial sejak malam tadi. Ternyata banyak orang yang menganggap bunga tersebut adalah bunga Bangkai.
Pada saat bersamaan, Abeh memberitahukan hal tersebut kepada Lurah Cipinang Muara dan Camat Jatinegara. Camat Jatinegara Andri Ansyah yang melihat bunga itu pagi tadi, berpesan kepada Abeh untuk menjaga kelestarian bunga tersebut.
"Ini adalah fenomena pertama di Jakarta," tutur Andri dengan penuh kebanggaan.(*)
sumber : Tribunnews.com
