Raditya, Bayi 3 Bulan Berjari 23 dan Waktu Lahir Sudah Disunat

Share
Info Lowongan Kerja Bank BUMN CPNS Pertamina
Kekuasaan Tuhan ditampakkan melalui Muhammad Raditya Adha Maulana (3 bulan V Sejak dilahirkan, bayi ini memiliki 23 jari pada tangan dan kaki dan sudah dalam kondisi tersunat.

SETIAP orangtua menginginkan anaknya lahir dengan fisik sempurna. Namun, beberapa faktor temyata dapat membuat seorang bayi terlahir dengan kelainan bawaan. Begitulah apa yang dialami suami-istri Rozali (32) dan Gus Sri (32).

Tak pernah terbayangkan dalam benak mereka, putra keempatnya itu akan mengalami keanehan luar biasa saat dilahirkan. Jumlah jari pada kedua kaki dan tangan Raditya 23 jari. Di tangan kanannya ada enam jari, di tangan kiri lima jari, dan di masing-masing kakinya enam jari.

Uniknya lagi, jari lebih pada tangan kanan dan kedua kakinya itu tumbuh normal seperti jari pada umumnya, yakni memiliki kuku dan ruas. Jari lebih pada tangan lari tumbuh di samping jari kelingking dan memiliki bentuk yang sama. Sedangkan pada tangan kirinya, jari tengah dan jari manis tumbuh saling berdempetan, kendati jumlahnya tetap lima.


Menurut Gus Sri, keanehan lain yang diperlihatkan putranya itu tak hanya pada jari. Raditya sudah disunat sejak dalam kandungan. Ketika dilahirkan pada Rabu 16 November 2010, atau sehari setelah Hari Raya Idul Adha 2010, Raditya sudah dalam keadaan disunat.

Semua kelainan dan mukjizat yang dialami putranya itu, imbuh Gus Sri, tak didahului dengan kejadian aneh abas firasat apa pun. Saya tidak punya firasat apa-apa tentang jari anak saya yang berjumlah 23 itu. Pas lahir, alat kelamin Raditya juga sudah disunat. Ini kuasa Allah SWT," kata Gus Sri di rumah kontrakannya di RT/RW 04/02 No 31, Rangkapanjaya, Cipayung, Depok, Senin (7/3).

Menurut wanita itu, sejak dilahirkan, ia tak pernah memeriksa keanehan pada jari putranya itu ke dokter. Ia hanya mengakui, pernah disarankan oleh seorang bidan bernama Rani, jika ingin mengoperasi jari tangan dan kala Raditya, harus menunggu hingga bayi tersebut berusia enam bulan.

Hewan kurban

Menurut Gus Sir, Raditya lahir sekitar pukul 13.30, sehari setelah Idul Adha. Sebelum melahirkan, Selasa 15 November 2010, dia diantar Ketua RT 04 Amiruddin untuk membeli hewan kurban berupa seekor kambing. Usai membeli hewan itu, perutnya langsung terasa mulas dan diantar suaminya ke bidan Rani yang berlokasi tak jauh dari rumahnya.

Saya juga tak menyangka, sehabisbeli kambing, perut saya langsung terasa mulas. Keesokan harinya langsung melahirkan anak dengan berat 3 J kg dan panjang 52 cm," jelasnya.

Melihat makhluk gaib

Sebenarnya, ujar ibu empat anak itu, keunikan yang dialaminya saat mengandung Raditya terjadi pada saat usia kandungan masih tiga bulan. Saat itu, dia merasa di rumah kontrakannya ada makhluk halus.

Makhluk halus yang hanya bisa dilihat Gus Sri dan kerap memperhatikan penghuni rumah itu menyerupai laki-laki berambut gondrong. Namun, setelah melahirkan anak keempatnya itu, makhluk tersebut tiba-tiba menghilang dan tak pernah menampakkan diri lagi.

Setelah melahirkan, makhluk halus itu sudah tidak ada lagi. Alhamdulillah, setelah Raditya lahir, suami saya banyak panggilan. Rezeki lancar. Suami saya bekerja di rumah produksi film," tuturnya.

Sementara nenek Raditya, Fatimah, menyatakan, selama menantunya mengandung, ia hanya berdoa agar cucunya lahir selamat dan sempurna. Namun, setelah dilahirkan, tak disangka cucunya memiliki 23 jari dan lahir dalam keadaan sudah disunat. Meski ada kelainan seperti itu, ujar Fatimah, pihaknya tetap menyayangi Raditya dan menganggap hal itu sebagai mukjizat dan kebesaran yang diperlihatkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Ketua RT 04 Amiruddin menga-takan, kelainan pada jari tangan dan kaki bayi itu mempunyai makna tersendiri yang hendaknya ditanggapi sebagai karunia dari Tuhan. Enam jari di tangan kanan bayi itu, jelasnya, menyatakan sebagai Rukun Iman. Sedangkan lima jari pada tangan kirinya menyatakan sebagai Rukun Islam.

Polidaktili

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Indonesia Kota Depok Sahrul Amri menjelaskan, secara kedokteran kasus yang dialami Raditya itu karena faktor keturunan atau bawaan. Artinya, keluarga besar dari orangtua Raditya ada yang pernah memiliki jari lebih dari lima. Kasus ini sama halnya dengan bibir sumbing.

"Jarinya sempurna seperti jari pada umumnya. Kelainan ini tidak membahayakan jiwa. Kalau membahayakan, harus dioperasi," paparnya.

Dikatakan Sahrul, penyebab terjadinya kasus itu belum diketahui atau disebut idiopatik. Seperti halnya penyebab kembar siam hingga saat ini belum diketahui penyebabnya.

Sementara itu, dr Yuda Handoyo SpB, FinaCS, FMAS, dokter spesialis bedah dan laparoscopik di Malang, Jawa Timur, seperti /dikutip dari situs pribadinya, dokteryudabeda. com, mengatakan, kelainan jumlah jari pada tangan atau kala, adalah kelainan yang diwariskan gen auto-somal dominan P, sehingga penderita akan mendapatkan tambahan jari pada satu atau dua tangannya danatau pada kakinya.

Ini disebut polidaktili atau dikenal juga sebagai hiperdakrJli, yang bisa terjadi di tangan atau di kaki manusia ataupun hewan. Tempat jari tambahan itu berbeda-beda, ada yang di dekat ibu jari dan jari kelingldng.

Polidaktili disebabkan kelainan kromosom pada waktu pembentukan organ tubuh janin. Ini terjadi pada waktu ibu hamil muda atau semester pertama pembentukan organ tubuh. Kemungkinan, ibunya banyak mengonsumsi makanan mengandung bahan pengawet. Atau ada unsur steratogenik yang menyebabkan gangguan pertumbuhan.

Periksa jantung

Kelebihan jumlah jari, imbuhnnya, bukan masalah selain kelainan bentuk tubuh. Namun, sebaiknya diperiksa kondisi jantung dan paru bayi, karena mungkin terjadi multiple anomali.

Orang normalnya adalah yang memiliki homozigotik resesif pp. Pada individu heterozigotik Pp derajat ekspresi gen dominan itu dapat berbeda-beda sehingga lokasi tambahan jari dapat bervariasi. Bila seorang laki-laki polidaktili heterozigotik menikah dengan perempuan normal, maka dalam keturunan kemungkinan timbulnya polidaktili adalah 50% (teori mendel). Ayah polidaktili (hete-rozigot) Pp x, ibu normal homozigot (pp) maka anaknya polidaktili (lm. rozigot Pp) 50%, normal (homozigot pp) 50%. dh


Lowongan Kerja SMA SMK

0 comments:

Posting Komentar